www.kawedan.blogspot.com Diantara rerimbunan semak belukar menjulang tinggi, sebuah pohon randu alas (Bombax ceiba) raksasa. Sulit untuk percaya bahwa pohon sebesar itu masih ada di Jogja. Pohon sebesar itu biasanya hanya bisa dilihat dalam film-film yang berlatar negeri dongeng. Randu Alas atau yang biasa disebut Randu Gumbala itu sudah ada dan benar-benar nyata yang tepatnya berada di Dusun Kawedan, Desa Bangunkerto, Turi, Sleman. Karena ukurannya yang sangat besar, pohon itu dinamakan Randu Gumbala. Pada bagian bawah pohon, akarnya membentuk seperti cekungan yang menyerupai gua dan tingginya sudah melebihi dari tinggi rata-rata orang dewasa serta menyebar ke semua arah, sehingga membuat area pada bagian bawah pohon menjadi sangat teduh dan sejuk.
Disekitar bawah pohon Randu Gumbala, terdapat banyak batu nisan atau makam yang biasa digunakan dalam agama Hindu. Dan orang pertama yang pertama kali mendirikan Dusun Kawedan yaitu Ki Kawit, yang menganut agama Hindu dan ia pun dimakamkan ditempat tersebut. Tetapi kawasan makam tersebut sudah tidak bisa digunakan sejak terakhir pada tahun 1967 dikarenakan banyaknya air dibawah pohon randu alas yang menyebabkan makam terendam air. Di Dusun Kawedan, sampai sekarang sedikitnya ada sembilan sumber air alami yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dusun Kawedan, di antaranya Sumber Wongso, Sumber Tulus, Sumber Munggur, Sumber Kluthuk, Sumber As’ari, Sumber Karto, Sumber Nyamplung, serta Sumber Trimo.
Menurut peneliti yang mencoba menghitung usia dari Randu Gumbala, pohon ini sudah mencapai usia 500 sampai 600 tahun. Umur randu alas dihitung dari ukuran keliling batang yang kemudian dibagi 2,5 cm (rata-rata pertumbuhan kelilingbatang pohon secara umum per tahun). Diketahui keliling batang pada ketinggian dua meter adalah 1.430 cm, dibagi dengan 2,5 cm, maka didapatkan angka 572.
Komentar