1. Konveksi Pak Sultan
Awal berdiri : Pak Sultan adalah pemilik usaha Baju Konveksi. Pada saat SMA beliau mulai mencoba membuat baju-baju dan menjahit baju. Lalu beliau sempat berhenti atau vakum pada awal-awal kuliah atau semeseter awal, lalu beliau mulai melanjutkan usahanya di semester 6 hanya bermodalkan pola saja, setelah lulus kuliah beliau memulai usahanya lagi dengan bermodalkan satu mesin jahit saja, setelah lulus kuliah beliau mulai menikah lalu pindah di Dusun Kawedan pada tahun 2010 akhir atau 2011 awal.
Pemasaran : Di bidang pemasaran pada tahun 2010 beliau baru memulai memasarkan melalui berniaga.com (jualan online),dan olx, sebelum melalui media online beliau memasarkan melalui media brosur, menggunakan papan informasi yang ditempelkan di kampus-kampus, dan Mulut ke mulut. Untuk pemasaran di luar Pulau Jawa Konveksi ini sudah sampai di Daerah Kalimantan, Sumbawa dan Medan melalui relasi teman-temannya, dan juga sudah mempunyai langganan. tetap yang berada di luar Pulau Jawa. Untuk omset pertahun kisarannya yaitu untuk 30% keuntungannya.
2. Sablon Konveksi Pak Aris
Awal Berdiri : Pak Aris adalah pemilik usaha Sablon
Konveksi. Awal mula memulai usaha ini, beliau hanya mengikuti usaha orang lain
setelah itu beliau lalu mencari juragan sendiri untuk melanjutkan bisnisnya.
Pemasaran : Di bidang pemasaran beliau hanya menerima pesanan dari luar, lalu beliau hanya menyediakan tenaga untuk menyablon. Lalu beliau mensuply baju dari luar untuk disablon ditempat mereka. Untuk 1 sablon kaos dibandrol seharga Rp. 1.200. Satu minggu bisa mencapai 600 sablon kaos jadi jika satu hari bisa meraup 100 sablon kaos saja.
3. Manna Katering
Awal Berdiri : Ibu Sani adalah pemilik usaha Manna
Katering. Awal mula beliau memulai usaha catering ini karena sudah terbiasa
memasak saat SMA, seperti jualan gorenga, nasi bungkus. Beliau sudah
memulai usaha dari tahun 1999 sampai sekarang. Beliau membuat nama brand Manna
Katering ini pada tahun 2007-2008 setelah beliau menikah, lalu setelah itu
jadilah brand nama Manna Katering sampai saat ini.
Pemasaran : Di bidang pemasaran beliau sudah menerima berbagai daerah seperti Gunung Kidul, Ngaglik, Godean, Sleman, Pakem, Banyumas, Muntilan. Selain itu juga sudah mendapatkan job dari beberapa Universitas-Universitas. Untuk memasarkannya Manna Catering ini sudah mempunyai Media Online seperti Website, Instargram, Tiktok, dan untuk media offline nya beliau memasarkannya melalui mulut ke mulut warga sekitar atau warga luar. Untuk omset Usaha Manna Katering ini kisaran 10-20 juta per bulan.
Manna Katering ini juga menyediakan seperti paket aqiqah, paket kenduri, paket ater-ater, nasi box, snack box, paket prasmanan, dan kebutuhan catering lainnya. Untuk menu-menu nya para konsumen bisa memilih sendiri jenisnya sesuai permintaannya.
Awal Berdiri : Pak Tejo Harnoko S.T adalah pemilik usaha Bumbu
Dapur Sari Pedas. Awal mula beliau memulai usaha, beliau hanya menanam cabai
saja lalu terbuatlah bumbu dapur cabe dan ketumbar. Beliau mendapatkan brand
UMKM pada tahun 2007, lalu usahanya mulai membesar yaitu pada tahun 2010.
Pemasaran
: Di bidang Pemasaran beliau awal memasarkan yaitu hanya di Gardena, dan
Ramayana Simanjuntak. Sampai saat ini beliau memasarkan produknya ke
minimarket, jangkauan pemasarannya yaitu di Daerah sekitar DIY dan yang paling
jauh yaitu Daerah Temanggung. Mekanisme penjualan beliau yaitu menjadi
Suplayer, sistemnya masih konsiyasi jika produknya laku maka produk tersebut
dibayar.
Omset
Pemasaran : 1 Bulan nya yaitu kisara Rp.60.000, dengan budget 1,5%. Beliau
mempunyai sekitar 8 karyawan tetap yang mempunyai jam kerja tertentu. Untuk
pembagian jam kerja yaitu pagi hari, dan untuk sore hari yaitu sekitar jam
12.00 s/d selesai. Beliau memproduksi barang secara harian saja.
5. Toko Kue Ibu Yanti
Awal Berdiri : Ibu Yanti adalah pemilik usaha Toko
Kue. Beliau asli Warga Dusun Kawedan dan suaminya asli Jawa Tengah. Beliau
pernah kuliah di UNY jurusan Ekonomi, lalu setelah itu beliau mengikuti kursus
di Bogasari. Awalnya beliau menyoba di balai latihan kerja atau kursus gratis
dan dapat pesangon, berkat kelincahan tangan beliau, akhirnya produk yang telah
dibuat beliau selama kursus tersebut dapat diterima oleh Pembina kursusnya dan
juga beliau bisa memasarkan langsung produknya. 15 tahun lalu sekitar tahun
2017 awal pasarannya kurang rameh peminat, dulu yang sistemnya PO, tetapi untuk
sekarang sistemnya yaitu setoran tetapi
sangat mempunyai banyak resiko, contohnya yaitu selalu setor di jualan
jajanan pasar. Kue yang di produksi oleh Ibu Yanti yaitu Kue Roll, dan Kue Sus.
Pemasaran
: Di bidang pemasaran beliau hanya memasarkan ke warung-warung saja sekitar 3-4
warung saja karena keterbatasan tenaga kerja. Untuk online beliau sudah
memasarkan via Google Maps, dan Whatsapp.
Omset Pemasaran : Pendapatan selalu ada tiap hari dan selalu ada pesanan tiap hari karena pemasaran yang luas dan lebih dikenal orang-orang. Setiap setor yaitu kisaran 250-300 ribu. Tetapi saat ada pesanan omsetnya bisa mencapai sampai 1,5 juta, dan untuk harian dan perminggu omsetnya kisaran sekitar 500 ribu. Perbiji kue tersebut dibandrol seharga Rp.2.200 dan untuk penjual yaitu Rp.2.500
6. Kerajinan Topeng
Awal Berdiri : Pak Rohmat Fachrudin atau biasa
dipanggil Pak Jontor adalah pemilik usaha Kerajinan Topeng. Awal mula beliau
mendirikan usaha ini yaitu pada tahun 2004. Berawal dari sang pemilik tidak
mempunyai topeng lalu beliau berinisiatif membuat topeng. Dan ada salah satu
kawannya yang tertarik dengan topeng yang ia buat lalu mereka membelinya. Dari
situlah ia berkelanjutan membuat kerajinan topeng hingga saat ini.
Pemasaran
: Di bidang pemasaran beliau awal memasarkan hanya menitipkan barang di pasar.
Tetapi pemilik merasa rugi besar dikarenakan kurangnya pemasukan dari penjualan
di pasar. Sehingga pemilik mulai melakukan penjualan atau pemasaran melalui
online seperti, Facebook, Instagram, dan Bukalapak dengan sistem pre order.
Selain itu pemasaran dan penjualan kerajinan topeng ini sudah mencakup hingga luar negeri, seperti
Amerika Serikat, sedangkan dalam Negeri, sudah hampir seluruh Kota. Untuk
mekanisme penjualan kerajinan topeng ini yaitu menggunakan jasa pengiriman JNE
dengan sistem pembayaran ongkir COD agar penjual tidak rugi.
Omset Pemasaran : Untuk omset penjualan tidak menentu, terkadang seminggu bisa dapat Rp. 5.000.000 tergantung pesanan penjualan kerajinan topeng.
7. Konveksi Alesha
Awal Berdiri : Ibu Supriyatin adalah pemilik usaha Konveksi Alesha. Awal mula beliau membuka usaha ini karena memang beliau berasal dari sekolah di bidang jahit-menjahit. Setelah berlanjut beliau lalu bekerja sebagai karyawan di Perusahaan Garmen. Namun beliau sudah mulai merasa bosan bekerja di Perusahaan Garmen, dan akhirnya beliau mulai membuka usaha Konveksi ini dengan mencari orderan. Beliau memulai usaha ini dari tahun 2014 hingga sekarang, dan usahanya sudah mulai berkembang dan besar sekitar 2 tahun belakangan.
Pemasaran
: Di bidang pemasaran beliau memasarkan lewat media sosial seperti Instagram
dan sudah mempunyai beberapa cabang contohnya di daerah Palagan. Selain itu,
mereka juga mempunyai usaha Olshop anaknya, yang bernama Mba Anggi.
Omset
Pemasaran : Untuk omset pemasaran Konveksi Alesha yaitu kisaran Rp. 8.000.000.
paling minim dan Rp.15.000.000. kalau orderan sedang ramai.
Sasaran
: Konveksi Alesha menerima jahitan khusus untuk anak-anak mulai dari usia
bayi-anak umur 12 tahun.
.png)
Komentar