Oleh Ananto Ardhi Prabowo
Pada tahun 2013, koran SindoNews memberitakan tentang 11 sungai di Sleman tercemar logam berat. Dari korang tersebut menyebutkan bahwa terdapat sebelas sungai yang tercemar bakteri e-coli yang melebihi baku mutu sungai, sehingga air sungai tidak layak menjadi bahan baku air minum. Pencemaran sungai banyak dilakukan oleh pabrik industri yang membuang limbahnya di sungai.
Sungai memang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Sungai mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai irigasi, selain itu sungai dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi. Saat ini, terdapat beberapa sungai yang terlihat memprihatinkan. Masyarakat masih kurang sadar akan manfaat dan pentingnya dari sungai bagi kehidupan dan kelangsungan hidup manusia. Sering masyarakat membuang sampah di sungai, terbukti tidak jarang kita jumpai sampah di sungai. Sampah popok bayi, bungkusan-bungkusan plastik, serta sampah ranting yang sangat banyak di sungai. Pencemaran air sungai lain, ada juga yang digunakan untuk membuang kotoran (septic tank) ke sungai. Membuang kotoran (septic tank) merupakan hal yang sangat menjijikkan, jorok dan kumuh. Seharusnya masyarakat sadar bahwa sungai bukanlah tempat untuk membuang sesuatu.
Hal yang paling miris dari manfaat sungai adalah digunakan untuk MCK(mandi cuci kakus) di sungai. Bisa dibayangkan apabila di hulu sungai tersebut digunakan untuk membuang sampah dan kotoran septic tank di hilirnya digunakan untuk MCK. Bayangkan saja ada berapa bakteri dan kuman yang akan memempel di tubuh. Karena kita tidak bisa menjamin kebersihan air tersebut.
Bahkan sungai dieksploitasi dengan berlebihan, sehingga ekosistem di dalamnya menjadi terganggu. Misalnya, mengobati sungai demi mendapatkan ikan, dan menyetrum sungai adalah tindakan yang sangat ilegal. Papan himbauan untuk tidak mengobati sungai atau menyetrum disungai hanya sebuah papan yang tidak pernah diperhatikan oleh masyarakat, seharusnya dengan papan tersebut masyarakat paham dan sadar bahwa perbuatan tersebut sangat merugikan.
Sebenarnya, sungai dapat menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak, sungai memiliki beberapa hewan yang dapat diamati oleh anak-anak. Selain menjadi media pembelajaran, sungai dapat menjadi pusat hiburan dan rekreasi seperti memancing, out bond susuri sungai serta untuk olahraga. Masyarakat harus dapat menjadikan sungai sebagai ajang pendukung desa wisata Randu Gumbala.
Permasalahan tentang sungai adalah permasalahan yang sangat kompleks. Masyarakat haruslah sadar mengingat sungai adalah aset dan warisan yang harus kita jaga dan kita rawat. Masyarakat dan pemerintah yang terkait harus kompak dalam permasalah yang berkaitan dengan sungai. Penyuluhan-penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat yang berhubungan dengan pengelolaan, perawatan sungai dirasa sangat penting guna meningkatkan kesadaran warga. Sehingga, slogan yang berbunyi “kaline resik, wargane becik” akan terwujud.
Pada tahun 2013, koran SindoNews memberitakan tentang 11 sungai di Sleman tercemar logam berat. Dari korang tersebut menyebutkan bahwa terdapat sebelas sungai yang tercemar bakteri e-coli yang melebihi baku mutu sungai, sehingga air sungai tidak layak menjadi bahan baku air minum. Pencemaran sungai banyak dilakukan oleh pabrik industri yang membuang limbahnya di sungai.
Sungai memang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Sungai mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai irigasi, selain itu sungai dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi. Saat ini, terdapat beberapa sungai yang terlihat memprihatinkan. Masyarakat masih kurang sadar akan manfaat dan pentingnya dari sungai bagi kehidupan dan kelangsungan hidup manusia. Sering masyarakat membuang sampah di sungai, terbukti tidak jarang kita jumpai sampah di sungai. Sampah popok bayi, bungkusan-bungkusan plastik, serta sampah ranting yang sangat banyak di sungai. Pencemaran air sungai lain, ada juga yang digunakan untuk membuang kotoran (septic tank) ke sungai. Membuang kotoran (septic tank) merupakan hal yang sangat menjijikkan, jorok dan kumuh. Seharusnya masyarakat sadar bahwa sungai bukanlah tempat untuk membuang sesuatu.
Hal yang paling miris dari manfaat sungai adalah digunakan untuk MCK(mandi cuci kakus) di sungai. Bisa dibayangkan apabila di hulu sungai tersebut digunakan untuk membuang sampah dan kotoran septic tank di hilirnya digunakan untuk MCK. Bayangkan saja ada berapa bakteri dan kuman yang akan memempel di tubuh. Karena kita tidak bisa menjamin kebersihan air tersebut.
Bahkan sungai dieksploitasi dengan berlebihan, sehingga ekosistem di dalamnya menjadi terganggu. Misalnya, mengobati sungai demi mendapatkan ikan, dan menyetrum sungai adalah tindakan yang sangat ilegal. Papan himbauan untuk tidak mengobati sungai atau menyetrum disungai hanya sebuah papan yang tidak pernah diperhatikan oleh masyarakat, seharusnya dengan papan tersebut masyarakat paham dan sadar bahwa perbuatan tersebut sangat merugikan.
Sebenarnya, sungai dapat menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak, sungai memiliki beberapa hewan yang dapat diamati oleh anak-anak. Selain menjadi media pembelajaran, sungai dapat menjadi pusat hiburan dan rekreasi seperti memancing, out bond susuri sungai serta untuk olahraga. Masyarakat harus dapat menjadikan sungai sebagai ajang pendukung desa wisata Randu Gumbala.
Permasalahan tentang sungai adalah permasalahan yang sangat kompleks. Masyarakat haruslah sadar mengingat sungai adalah aset dan warisan yang harus kita jaga dan kita rawat. Masyarakat dan pemerintah yang terkait harus kompak dalam permasalah yang berkaitan dengan sungai. Penyuluhan-penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat yang berhubungan dengan pengelolaan, perawatan sungai dirasa sangat penting guna meningkatkan kesadaran warga. Sehingga, slogan yang berbunyi “kaline resik, wargane becik” akan terwujud.
> Like Facebook : Desa Wisata Randu Gumbala
> Follow twitter : @randugumbala
> Langganan Youtube : Randu Gumbala
Penulis : Ananto Ardhi Prabowo
Editor : TMT
Komentar