Ustadz Jadiyo : “Jadilah Munfiqun!”

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Ustadz Jadiyo : “Jadilah Munfiqun!”

Thorif
Sunday, June 26, 2016



www.randugumbala.blogspot.com | Kawedan (Ahad, 26/06/2016). Pengajian Umum menjelang buka bersama di Masjid At Taqwa Kawedan kali ini menghadirkan Ustadz Jadiyo, S.Ag. Ustadz yang sudah sangat dikenal di Padukuhan Kawedan ini memberi beberapa pelajaran yang sangat bermanfaat bagi para jamaah.

“Berwasiatlah kepada anak cucu kita,” Kata Beliau di depan ratusan jamaah pengajian. “Bukan hanya wasiat tentang pembagian harta warisan, tapi wasiat tentang agama atau kebaikan.” Lanjut Beliau.

Beliau menambahkan bahwa wasiat itu sebagai wujud tanggungjawab orangtua kepada anak-anaknya, jika suatu hari ketika Allah Taala telah memanggil dan wasiat kebaikan itu telah ditunaiakan, maka insyaAllah telah gugur kewajiban orangtua kepada anak.

Ada sebuah amalah yang menurut Ustadz Jadiyo bisa mengubah kehidupan masyarakat. Apakah amalan itu? Amalan itu bernama SEDEKAH.

“Sedekah adalah amalan ijtimaiyah, amalan sosial, sehingga ketika diamalkan maka akan berdampak sosial. Banyak manusia terbantu. Banyak manfaatnya.” Terang Beliau. “Berbeda dengan amalan haji atau umrah, kalau orang hartanya munthuk maka ia bisa hoja haji, tapi amalan tersebut yang menikmati hanyalah dirinya sendiri.” Kata Beliau panjang lebar. “Berbeda jika sedekah, ia akan berdampak sosial.” Lanjutnya.

“Tidak ada kisahnya orang yang gemar bersedekah jatuh miskin. Justru sebaliknya, ia akan mendapat banyak kemudahan yang Allah Taala limpahkan kepada mereka.” Kata Beliau dengan samangat.

Ustadz Jadiyo, S.Ag. juga memberi perumpamaan di sepuluh hari terakhir Ramadhan ini. Beliau menyampaikan kalau kita berinfak Rp 2.000,- dan kebetulan pas malam lailatul qadar, maka yang Rp 2.000,- tadi bisa bernilai Rp 60.000.000,- Lho kok bisa? Menghitungnya dari mana? Malam lailatul qadar adalah malam 1.000 bulan, jika yang 2.000 x 1.000 maka hasilnya 2.000.000 padahal dalam 1 bulan ada 30 hari, jadi total 60.000.000. Itu jika beramal Rp 2.000,-, jika berinfak Rp 5.000,- atau lebih besar dari itu?

“Maka mari di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini berlomba-lombalah dalam berinfak. Jadilah MUNFIQUN, yaitu orang-orang yang gemar berinfak.” Punkas Belia mengakhiri ceramah.

Rep. TMT