Ubahlah Diri dengan Prestasi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Ubahlah Diri dengan Prestasi

Thorif
Sunday, June 19, 2016


Foto by google, Pak Po memegang piala


إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ


www.randugumbala.blogspot.com | Senin (20/06/2016). Ayat motivasi di atas tadi disampaikan oleh Ust. Ponimin, S.Ag. pada kuliah subuh di Masjid At Taqwa Kawedan tadi. “Ini adalah ayat yang disampaikan oleh Bung Karno, proklamator kemerdekaan Republik Indonesia pada saat awal kemerdekaan RI. ini sebagai motivasi bagi rakyat untuk mengisi kemerdekaan.” Kata Ustadz yang sedang menempuh jenjang S2 ini dengan lembut.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu sendiri yang akan mengubah nasib mereka.” Begitu, Pak Po, panggilan akrab Bapak Ponimin mengartikan dari ayat di atas.

Nah, ada 2 macam manusia jika menganut paa ayat ini. hal ini berkaitan dengan pekerjaan. Pertama adalah bekerja kepada orang lain, kita ikut bekerja sehingga mau tidak mau harus mau diatur oleh yang punya pekerjaan. Misalnya bekerja di pabrik, menjadi tukang batu, menjadi pegawai, dan lain sebagainya. Kedua adalah membuat lapangan pekerjaan, sehingga kita tidak terikat dengan waktu dan orang lain sehingga kita bisa menyesuaikan dengan diri kita sendiri. Misalnya bertani, berbisnis, membuat usaha mandiri, dan lain sebagainya. Begini penjelasan Bapak Ponimin, S.Ag. panjang lebar.

Ada minimal 3 syarat yang harus ditaati tentang pekerjaan ini, apa saja itu?

Pertama adalah JUJUR

Menjadi petani harus jujur, kapan saatnya memberi pupuk, kapan saatnya mematun (cabut rumput), dan lain sebagainya. Pun dengan pekerjaan lainnya, di pabrik, jadi karyawan.


Kedua adalah PROFESSIONAL
Kita harus bisa mengukur diri, apa sih kemampuan yang dimiliki. Kalau tidak ahli membuat gorengan, maka jangan sesekali menjual gorengan. Kalau tidak ahli dalam sesuatu hal, maka jangan mencoba-coba. Keprofesionalan ini bisa diasah dengan belajar, jika rajin maka akan bisa diraih apalagi ditambah dia berbakat.


Ketiga adalah MENANGKAP PELUANG
Hal ini penting, karena jika salah menangkap peluang, maka yang kita tawarkan bisa gagal. Misalnya sepanjang jalan Klelen – Kawedan ini cocoknya apa, perlu ditangkap. Apakah kuliner? atau lainnya?

Semua itu ada ilmunya, maka mari kita sibukkan diri dengan belajar dan belajar.
Begitu, Pak Po menjelaskan dan memberi motivasi kepada para jamaah sebuh.

Baik, Ustadz. Semoga masyarakat Kawedan bisa semakin makmur dengan ilmu-ilmu yang disampaikan.

Rep. TMT