![]() |
| Foto by google, Pak Po memegang piala |
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
www.randugumbala.blogspot.com |
Senin (20/06/2016). Ayat motivasi di atas tadi disampaikan oleh Ust. Ponimin,
S.Ag. pada kuliah subuh di Masjid At Taqwa Kawedan tadi. “Ini adalah ayat yang
disampaikan oleh Bung Karno, proklamator kemerdekaan Republik Indonesia pada
saat awal kemerdekaan RI. ini sebagai motivasi bagi rakyat untuk mengisi
kemerdekaan.” Kata Ustadz yang sedang menempuh jenjang S2 ini dengan lembut.
“Allah tidak akan mengubah nasib suatu
kaum, sehingga kaum itu sendiri yang akan mengubah nasib mereka.” Begitu, Pak
Po, panggilan akrab Bapak Ponimin mengartikan dari ayat di atas.
Nah, ada 2 macam manusia jika menganut
paa ayat ini. hal ini berkaitan dengan pekerjaan. Pertama adalah bekerja kepada
orang lain, kita ikut bekerja sehingga mau tidak mau harus mau diatur oleh yang
punya pekerjaan. Misalnya bekerja di pabrik, menjadi tukang batu, menjadi
pegawai, dan lain sebagainya. Kedua adalah membuat lapangan pekerjaan, sehingga
kita tidak terikat dengan waktu dan orang lain sehingga kita bisa menyesuaikan
dengan diri kita sendiri. Misalnya bertani, berbisnis, membuat usaha mandiri,
dan lain sebagainya. Begini penjelasan Bapak Ponimin, S.Ag. panjang lebar.
Ada minimal 3 syarat yang harus ditaati
tentang pekerjaan ini, apa saja itu?
Pertama adalah JUJUR
Menjadi petani harus jujur, kapan
saatnya memberi pupuk, kapan saatnya mematun (cabut rumput), dan lain
sebagainya. Pun dengan pekerjaan lainnya, di pabrik, jadi karyawan.
Kedua adalah PROFESSIONAL
Kita harus bisa mengukur diri, apa sih
kemampuan yang dimiliki. Kalau tidak ahli membuat gorengan, maka jangan sesekali
menjual gorengan. Kalau tidak ahli dalam sesuatu hal, maka jangan mencoba-coba.
Keprofesionalan ini bisa diasah dengan belajar, jika rajin maka akan bisa
diraih apalagi ditambah dia berbakat.
Ketiga adalah MENANGKAP PELUANG
Hal ini penting, karena jika salah
menangkap peluang, maka yang kita tawarkan bisa gagal. Misalnya sepanjang jalan
Klelen – Kawedan ini cocoknya apa, perlu ditangkap. Apakah kuliner? atau
lainnya?
Semua itu ada ilmunya, maka mari kita
sibukkan diri dengan belajar dan belajar.
Begitu, Pak Po menjelaskan dan memberi
motivasi kepada para jamaah sebuh.
Baik, Ustadz. Semoga masyarakat Kawedan
bisa semakin makmur dengan ilmu-ilmu yang disampaikan.
Rep. TMT
.png)
Komentar