www.randugumbala.blogspot.com |
(Selasa, 14/06/2016) Padukuhan Kawedan Desa Bangunkerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman DIY dalam
waktu dekat akan melaksanakan Program “Bank Sampah”.
Apa dan bagaimana sih kinerja Bank Sampah
ini?
Setiap
warga akan didata siapa saja yang berkenan mengikuti program ini. Warga yang
berkenan mengikuti program ini maka wajib menyediakan 3 macam tempat sampah
(bagor atau sejenisnya) untuk menampung sampah yang boleh disetorkan melalui
Bank Sampah. Warga yang tidak berkenan maka dipersilahkan mengelola sampahnya
secara mandiri.
Secara
periodik, sampah yang ada di tiga tempat tersebut akan diambil oleh petugas
lalu sampah yang terkumpul akan disortir sehingga terkumpul sampah yang masih
bisa dimanfaatkan dan sampah yang tidak dimanfaatkan.
“Pada
tahap awal ini, kita lihat kinerja petugas sampah ini, jika dilihat serius
maka, akan dipikirkan tentang efek dari kinerjanya.” Begitu komentar Bapak
Warsidi dengan lantang.
“Setiap
pekerjaan ini mengandung resiko, dan kita siap dengan segala resiko yang ada.”
Kata Bapak Edy Subekti, selaku Ketua RT 04 ini dengan bijak. “Semoga dengan
peluncuran program ini bisa membuat sadar masyarakat akan pentingnya
kebersihan.” Kata Beliau. “Dan setelah masyarakat sadar akan kebersihan ini
bisa menopang keberadaan Desa Wisata Randu Gumbala.” Lanjut Beliau dengan
senyumnya yang ramah.
Sampah apa saja sih yang akan dikelola oleh “Bank
Sampah”?
“Untuk
sementara sampah yang bisa dikelola oleh “Bank Sampah” adalah sampah yang bisa
didaur ulang, seperti plastik, botol bekas, kaleng bekas, kertas, dan bisa juga
besi atau biasa disebut sampah anorganik.” Kata Bapak Slamet Budijono, selaku
Dukuh Kawedan menjelaskan.
“Untuk
sampah-sampah dedaunan, kulit buah, atau yang biasa disebut sampah organik ini
dipersilahkan dikelola secara mandiri atau bisa dibuang ke kebun sebagai pupuk
atau dikubur.” Lanjut beliau.
“InsyaAllah program ini efektif akan
dijalankan setelah kegiatan syawalan di Padukuhan Kawedan.” Kata Bapak Budi.
Bank
Sampah Padukuhan Kawedan ini sebagai penanggungjawab adalah Dukuh Kawedan. Ketua
Bapak Edy Subekti selaku Ketua RT 04 dengan dibantu oleh Bapak Suranto, dan
Bapak-bapak Ketua RT di Padukuhan Kawedan, mulai dari RT 01 Bapak Suwandi, RT
02 Bapak Suharno, RT 03 Bapak Nanang Dwiyanto.
Nah,
tentu tidak akan jalan jika program ini tanpa mempunyai tenaga utama, para
pengelola “Bank Sampah” sepakat menunjuk Mas Beni sebagai tenaga utama dalam
membuat bersih Padukuhan Kawedan. Mas Beni inilah yang bertugas mengambil
sampah-sampah secara periodik.
"Untuk memudahkan masyarakat maka petugas Bank Sampah harus mengambil sampah disetiap keluarga secara periodik. Dengan memperhatikan sampah-sampah yang bisa didaur ulang atau tidak." Demikian kata Bapak Triyana memberi solusi.
Rep.
TMT
.png)
Komentar



