![]() |
| Kenang-kenangan Mahasiswa S2 UGM diterima Dukuh Kawedan |
www.randugumbala.blogspot.com
| Kawedan (20/06/2016). Bertempat di rumah Dukuh Kawedan, rombongan mahasiswa
S2 UGM yang telah melaksanakan pengabdian masyarakat selama 3 hari (27-29 Mei
2016) berpamitan kepada masyarakat Padukuhan Kawedan.
Pamitan ini diwakili oleh Mas Deny, salah satu mahasiswa S2
UGM. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dukuh dan masyarakat Kawedan
yang telah menerima kami semua. Saya serombongan tidak bisa memberikan apa-apa.”
Kata Mas Deny. “Kegiatan kemarin menjadi momentum yang sangat berharga bagi
kami karena itu dilakukan selama 5 tahun sekali.” Lanjutnya.
“Bila kami membawa foto, itu semua InsyaAllah menjadi
kenang-kenangan bagi kami semua,” Kata Deny. “Apabila nanti ada perkara-perkara
yang bisa menjadi evaluasi bagi kami, kami minta demi kemajuan bersama.” Ungkap
Deny lebih lanjut di hadapan Dukuh dan sebagian masyarakat Kawedan.
Mbak Vita, selaku pimpinan Krincing Manis, salah satu grup yang dipakai dalam kegiatan merti dusun juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa tepat waktu dalam pelaksanaan menghibur masyarakat Kawedan.
Sementara itu Bapak Slamet Budijono dalam sambutannya, “Kami mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa KKN S2 UGM,
yang sudah membantu pelaksanaan merti dusun Kawedan selama 3 hari
berturut-turut” Kata Bapak Slamet Budijono, selaku Dukuh Kawedan memberi
tanggapan. “Mulai dari merias, membuat gunungan, dan menyiapkan ubarampe dalam
persiapan dan pelaksanaan merti dusun.” Lanjut Bapak SBY, panggilan akrab Bapak
Slamet Budijono.
“Untuk wilayah-wilayah yang bisa dilihat secara umum, maka
akses jalan harus dipoles” Usul Bapak H. Sukardi membuka diskusi pada
pertemuan. “Misalnya pagar dicat dan dilukis yang menandakan icon Desa Wisata Kawedan
Randu Gumbala ini.” Lanjut Beliau. “Untuk ke depannya perlu dibuat
waterboom/permainan air agar bisa menarik wisatawan, khususnya anak-anak,
sehingga anak-anak tidak sekedar melihat pohon randu, tapi bisa
bersenang-senang. Syukur ke depannya nanti ada kolam renang atau fasilitas
lainnya.” Kata Bapak Haji Sukardi, yang jago dalam hal macapat ini memberi
harapan.
“Panjenangan boleh-boleh saja meninggalkan dusun kami,” Kata
Bapak Warsidi, pensiunan tentara ini dengan tegas. “Tapi ilmu yang ada pada
panjenengan semua jangan meninggalkan kami, kalau bisa tularkan.” Begitu
harapan Bapak Warsidi kepada para mahasiswa S2 UGM.
Salah satu mahasiswa S2 UGM memberi masukkan tentang Desa
Wisata Kawedan Randu Gumbala ini, “Hendaklah memperhatikan akses jalan menuju
ke lokasi pohon randu agar mudah dilewati.” Begitu saran Deny.
Bapak Widada Wiyana juga memberi harapan, “Infra struktur
jalan harus disiapkan karena ini penting sekali,” Kata Beliau. “Ini bisa dikerjakan
secara gotong royong, membersihkan lingkungan dan menata lingkungan sehingga
para pengunjung bisa terkesan.” Kata Beliau memberi solusi.
Dalam dialog yang terakhir, Bapak SBY, selaku Dukuh Kawedan
juga menegaskan kepada para warganya, untuk membersihkan lingkungan secara
mandiri. Hal-hal yang bersifat umum akan ditajamkan pada masing-masing seksi.
Rep. TMT
.png)
Komentar

